Savana di Kepulauan Komodo

komodo
KOMODO, mungkin ketika mendengar nama hewan ini terdengar mengerikan untuk sebagian orang atau malah ada yang belum tahu. Komodo merupakan hewan yang memiliki banyak kelebihan yang mungkin banyak kita belum mengetahui seperti kelebihannya dapat berlari 18 km/jam dan bisa melihat dalam jarak 300 meter, bukan hanya itu indra penciumannya juga sangat tajam, dari kejauhan 5km dia bisa mencium mangsanya. Karena keunikannya pula predator ini dipilih oleh UNESCO sebagai salah satu World Heritage Site. Itu pun yang menjadi alasan mengapa Komodo masuk kedalam urutan tempat wisata yang wajib saya kunjungi,, :pKomodo secara alami hanya ditemui di Indonesia, di pulau Komodo dan Rinca, Nusa Tenggara Timur. Taman Nasional Komodo sendiri terdiri dari tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo (Loh Liang), Pulau Rinca (Loh Buaya) dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil lainnya.

Pulau Komodo

Sebenarnya daya tarik Taman Nasional Komodo tidak semata-mata oleh kehadiran Komodo belaka. Taman Nasional Komodo ini memiliki panorama savana dan pemandangan bawah laut merupakan daya tarik pendukung yang potensial. Wisata bahari misalnya, memancing, snorkeling, diving, cano, bersampan. Sedangkan di daratan, potensi wisata alam yang bisa dilakukan adalah pengamatan satwa, hiking, dan camping. Mengunjungi Taman Nasional Komodo dan menikmati pemandangan alam yang sangat menawan merupakan pengalaman yang tidak terlupakan oleh saya. Disana kita dapat menjumpai flora dan fauna yang ada di Pulau Komodo ini. Pada saat menelusuri jalan di pulau ini,saya perhatikan disini banyak sekali pohon asam, pohon lontar dan bunga anggrek.

Perjalanan saya kali ini akan dimulai pada Pulau Komodo atau sering disebut dengan Loh Liang oleh masyarakat sekitar. Begitu sampai di Pulau Komodo saya dan teman-teman Indonesia Travller sudah disambut dengan kehadiran komodo di sisi dermaga Pulau Komodo. Tidak perlu takut, karena para ranger (petugas taman nasional) pun bersiap menemani kita yang baru singgah, mulai dari pengenalan Pulau Komodo sendiri hingga pengarahan sebelum menjelajah Pulau Komodo ini. Untuk menjelajah pulau kita dapat melakukan trekking, ada tiga jenis trekking yang tersedia, trek pendek memakan waktu setengah jam dengan jarak 1 km, untuk trek medium kurang lebih 1,5 jam dengan jarak 3 km dan trek yang panjang dengan waktu tempuh 2,5 jam dengan jarak 4,5 km. Tujuan dari trekking ini adalah agar kita dapat melihat habitat komodo itu sendiri.

Sepanjang perjalanan menjelajah pulau ini kita sesekali akan bertemu dengan komodo, terlihat mereka tertidur tetapi jangan salah begitulah cara mereka mengintai mangsanya. Selama perjalanan ranger pun berbagi cerita dan informasi seputar komodo dan pulau komodo. Dulunya komodo di pulau ini diberi makan (feeding) oleh pemerintah, namun dirasa cara ini kurang baik bagi komodo itu sendiri karena komodonya menjadi malas dan hilang insting berburunya. Akhirnya komodo ini dibiarkan mencari makanan dengan berburu di alam bebas.

Pulau Rinca

Seterincalah Pulau Komodo saya pun ingin singgah ke Pulau Rinca yang masih masih dalam Kepulauan Komodo. Nah, kalau Pulau Komodo disebut dengan Loh Liang maka Pulau Rinca disebut dengan Loh Buaya. Populasi komodo di Pulau ini sekitar 1.300 ekor komodo, populasi disini jauh lebih banyak daripada populasi di Pulau Komodo sendiri. Predator ini sangat menyukai hidup di padang rumput kering terbuka, savana dan hutan tropis pada ketinggian rendah.

Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.

Insting komodo untuk berburu mangsa di pulau ini jauh lebih kuat untuk itu mengapa komodo di pulau rinca jauh lebih liar dibandingkan komodo di pulau komodo.

Oh iya, sebagai informasi bagi para wanita yang ingin berkunjung kesini dapat dipastikan dulu kalau kita tidak dalam sedang haid. Karena kalau di Rinca ini, bagi wanita yang sedang haid benar-benar tidak boleh mengikuti trekking dan harus melapor ke ranger untuk menunggu di pos penjagaan. Ini berbeda dengan di Pulau Komodo dimana wanita yang sedang haid masih dapat mengikuti trekking hal ini karena Komodo di Rinca penciumannya jauh lebih tajam dan lebih liar.

Nah, ada yang seru nih disini untuk trekking agak berbeda di pulau ini dengan trek di pulau komodo, di Rinca kita akan menelusuri ilalang, lumpur dan jalan yang sedikit menanjak. Tetapi semua itu terbayarkan setelah saya sampai ke puncak savana di Rinca,sejauh mata memandang hanyalah hamparan hijau pemandangan savana yang sangat indah dan birunya lautan.

Ayooo,, selain kalian harus Vote Komodo sebagai 7 Wonder of Nature, kalian harus jelajahi juga yah 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s