Kuliner Makassar : Memanjakan lidah tiada henti

Rasanya kalau ke Makassar gak kulineran itu belum afdol namanya. Nah, jalan–jalan kali ini Sabuya buatkan khusus sehari dengan penuh kuliner, siap–siap kolesterol yaaa. Makassar terkenal dengan Coto, isinya mulai dari hati, usus, paru, daging, otak, dll. Berikut kuliner hasil tinjauan lidah Sabuya :

1.      Aroma Coto Gagak : jl. Gagak no.27

Setibanya subuh di Makassar dari Toraja langsung menuju warung makan yang buka 24 jam, dan ini menjadi sarapan terpagi yaitu jam 05.30 WITA (kalau di Jakarta ini jam 04.30 pagi kan?). Setibanya di warung yang beralamat di jalan gagak ini terlihat sudah ada beberapa tamu yang sedang menikmati sarapan disini, saya kaget pagi-pagi makan jeroan.

Tidak berapa lama tersajilah di depan saya semangkuk coto gagak yang menggugah selera di pagi-pagi buta, isi yang saya pesan itu campur (daging, hati, usus dan paru). Cukup tambah garam dan kecap sedikit, kemudian diberi sedikit jeruk nipis rasanya bener-bener muantappp. Di meja juga sebelumnya sudah ada setumpuk kupat yang bisa kita ambil untuk disantap bersama coto. Kupat ini sudah dibelah, dan tidak perlu dipotong-potong, untuk memakannya kita cukup menyendok langsung kupat ini dari cangkangnya untuk kemudian dicelupkan ke dalam coto dan langsung nyam nyam nyam…

Yang membedakan dari Coto Gagak ini, parunya tidak terlalu basah jadi ketika dikunyah rasanya krenyessss empukkkk, recommend deh!

Kuliner Sabuya

Kuliner Sabuya

2.      Pallu Basa Srigala : jl. Serigala

Tempat ini menjadi tempat pertama kuliner yang saya singgahi karena banyak orang merekomendasikan tempat ini yang sering disebut dengan Palbas. Sebenernya Pallu Basa ini mirip dengan coto, yang sedikit berbeda adalah kuah santannya lebih kental dan ada serbuk kelapa sangrai yang menyatu dengan kuahnya. Isinya pun hampir sama yaitu campuran jeroan dan daging (katanya daging kerbau).

Sebelumnya kita akan ditawari apakah mau pakai alas atau tidak? (alas = telur mentah), saya pun penasaran bagaimana rasanya dengan telur mentah?. Dengan cepatnya pesanan saya pun tersedia di meja depan saya dengan hidangan nasi tentunya. Rasa Palbas ini ajibbbbb…

3.      Sop Saudara : Jl. Andalan no.65

Tadinya ketika denger namanya, yang ada dibenak saya adalah sop yang isinya potongan ayam/daging dengan wortel dan kentang, eh ternyata ini enakkkk… isinya bisa campur (jeroan) atau daging aja ditambah sedikit soun, perkedel dan dalam kuahnya seperti ada bubuk kasar. Rasanya beda seperti coto yang kebanyakan di Makassar, ini rasanya gurih. Pokoknya maknyusssss…

4.      Coto Nusantara : jl. Nusantara

Makanan Makassar kaya rempah memang, dari sekian coto yang saya nikmati ini yang sedikit lebih banyak rempahnya. Isinya pun sama, jeroan! Ditambah jeruk nipis dan sedikit garam dan kecap, ini cukup sempurna di lidah.Katanya sih, Coto Nusantara ini menjadi salah satu tempat wajib dinikmati bagi para pesohor di negeri kita ini. Jangan lupa dicoba ya kalau ke Makassar 😉

5.      Sop Konro Karebosi : jl. Gunung Lampobattang no. 41kul - mks 2

 Sudah kenyang makan coto maka saya beralih ke konro, banyak yang bilang kalau belum makan Konro Karebosi belum lengkap ke Makassar. Sebelumnya waktu di Jakarta saya sudah mencicipi Konro Karebosi ini tapi saya ingin membedakan rasanya yang langsung asli di Makassar. Sop Konro Karebosi ini letaknya di dekat Lap Karebosi yang menjadi icon kota Makassar.

Pilihan saya adalah keduanya, Konro bakar dan Sop Konro. Daging iga disini empuk dan langsung bisa lepas dari tulangnya, hmm enak.  Konro bakar disajikan dengan bumbu kacang sedangkan sop konronya segar sekali dengan rasa kaya akan rempah. Saran saya pesan keduanya untuk berdua atau bertiga ya.

6.      Mie Awa : Jl. Pattimura no.19 / Jl. Bali no.97

Sebelum mencicipi kulineran mie saya bertanya dahulu kepada beberapa teman, apa sih bedanya mie titi, mie anto dan mie awa? Jawabannya, sama tak ada beda karena semuanya adalah mie kering, bedanya hanya masalah selera. Oke, saya putuskan untuk memilih Mie Awa karena pilihan mie disana jauh lebih beragam, ada mie kering, mie celup dan mie jendral. Mie kering ini yaitu mienya digoreng, mie celup yaitu mienya dibakar dan mie jenderal yaitu mienya direbus.

Campurannya adalah kuahnya yang kental dan sayuran sawi, kubis serta ada potongan ayam, udang yang menyatu dalam kuah. Rasanya? Mantappp.kul - mks 3

Mungkin ini di Jakarta sering disebut dengan Ifu mie, hanya saja mie titi/mie anto dan mie awa ini menggunakan mie kering yang lebih kecil.

7.      Es Pisang Ijo : Warung Bravo jl. Andalas no. 154

 Bambanassss.. begitu teman saya di Makassar berteriak ketika Makassar panas sekali. Yak, Makassar memang panas dan saya butuh pendingin (hanya alasan untuk makan es). Es pisang ijo, semua pun tahu ini makanan asli kota ini. Sampailah saya di Warung Bravo, kekenyalan si hijau yang menyelimuti pisang raja yang diberi campuran bubur sumsum dengan sirup merah dan es ini benar-benar menjadi penghilang panasnya kota Makassar. Selain es pisang ijo saya pun memesan Jalang kote dan Lumpia, Jalang Kote hampir mirip dengan pastel hanya saja isinya sedikit berbeda dan disantapnya pun dengan sambal petis, nyam nyammmm

8.      Seafood New Dinar : jl. Lamadukelleng no. 26

 Sepanjang jalan Lamadukelleng ini penuh dengan restoran seafood, kata teman Raja Gurih itu enak tapi mahal, seafood Paotere yang katanya enak itu jauh ada di pelabuhan. Berjalan kaki lah saya malam-malam sepanjang jalan Lamadukelleng dan berhentilah saya di sebuah restoran yang cukup ramai bernama New Dinar.

Saya pesan ikan sukak bumbu rica-rica, cumi tepung ikan asin, udang tepung saos asam manis, tumis kangkung dan es jeruk nipis. Disini makanan disajikan dengan beberapa macam sambal,sambal tomat hijau kecil, sambal petis, sambal merah mentah dan jeruk nipis.

Recommended, rasanya oke dan harganya pun pas di dompet :p

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s