Surga taman laut Indonesia, ya Wakatobi!

“Packing packing..”

Kalau trip sampai 8 hari itu suka pe-er milihin baju yang oke buat foto-foto tapi juga harus milih baju yang bisa digulung biar muat diransel. Yak, selama 8 hari saya akan menjelajah pulau-pulau di Wakatobi dengan rencana 12 kali penyelaman. Oke mari kita mulai, trip ini dengan ala backpacker dan semua sudah saya persiapkan sebulan sebelumnya dengan menghubungi penduduk di Pulau Kaledupa, karena saya memilih untuk tinggal di Pulau Hoga.

Wakatobi sendiri singkatan dari empat pulai besar yaitu Wangi-wangi Kaledupa Tomia Binengko, ibukota kabupaten Wakatobi terletak di Pulau Wangi-Wangi dengan ibukota Wanci. Untuk menuju Wakatobi sebenarnya ada beberapa pilihan yaitu melalui jalur penerbangan Makassar-Bau Bau lalu dilanjutkan dengan naik kapal kayu atau kapal cepat ke Wanci, bahkan ada juga untuk jalur penerbangan dengan  rute Makassar-Kendari-Wanci. Untuk sampai ke Kaledupa-Tomia dan Binengko haru menggunakan kapal kayu atau kapal cepat. Dalam itinerary yang saya buat dimulai dari Bau-Bau-Kaledupa-Hoga-Tomia-Wanci, ya memang tak berurutan sesuai namanya tetapi saya buat sesuai dengan situs menyelam yang diinginkan.

Perjalanan dari Jakarta sekitar pukul 05:45 WIB dan tiba di Bau Bau pukul 11.50 WITA. Perjalanan cukup lama dan sempat berlari-larian di Bandara Sultan Hasanuddin karena waktu pindah pesawat yang cukup mepet *ngos-ngosan* Ketika keluar dari Bandara Betoambari, Bau Bau kami langsung diserbu oleh para ojek, mulai dari ojek motor sampai ojek mobil. Sewa mobil dari Bandara Betoambari ke Pelabuhan Murhum dikenakan tarif Rp 50 ribu.

Kapal dari Wangi wangi menuju Kaledupa

Kapal dari Wangi wangi menuju Kaledupa

Setibanya di pelabuhan Murhum ternyata ada dua pilihan kapal untuk sampai di Pulau Wangi-Wangi,Wakatobi yaitu kapal cepat Cantika yang berangkat jam 1 siang dengan memakan waktu 4 jam atau kapal kayu yang berangkat jam 9 malam yang memakan waktu 10 jam. Tarif kapal kayu dari Bau Bau sampai Wangi-Wangi sekitar Rp 125rb, malam ini saya istirahat diatas kapal menelusuri lautan dengan beralaskan matras di barak kapal *tengah malem berasa ada badai tapi tetep cool tidur daripada mabok laut*

Selamat pagi Pulau Wangi-Wangi! *akhirnya injak daratan* tibalah di pelabuhan Kampung Bajo Wanci dan masih harus melanjutkan naik kapal kayu yang jauh lebih kecil untuk sampai ke Pulau Kaledupa dengan perjalanan 2 jam. Biaya menyebrang ini Rp 50rb  dan sepanjang perjalanan saya duduk di deck kapal, karena di dalam kapal pemandangannya hanya sembako.

Cuma mau bilang, Gelombang laut banda kerennn! *kaya naik rollercoaster*

Sampailah di Pulau Kaledupa, cukup 5 menit naik speedboat sampailah di Hoga. “Oh god, it’s very beauIMG_4658-1tiful!” hamparan pasir yang menggoda dan air lautnya yang super jernih, bikin pengen langsung nyemplung. Meskipun bukan pulau Utama, hoga adalah pulau favorit para penyelam baik dalam negeri maupun luar negeri. Di pulau kecil ini terdapat Marine Research Station yang dikelola oleh Operation Wallacea. Bulan Juni hingga Agustus adalah musim ratusan mahasiswa Eropa dan Amerika berkunjung ke Hoga untuk meneliti biota laut Wakatobi.

Oh iya, sebagai informasi. Disini menggunakan genset dari pukul 6 sore hingga 11 malam, selanjutnya tidak ada listrik. *benar-benar di hutan*. Tapi untuk tarif Rp 100rb per malam cukup bagus dengan pemandangan laut kaya gini.

 

IMG_4526

IMG_4539

Situs penyelaman di Wakatobi jumlahnya hingga 20-an. Beberapa diantaranya menjadi tempat favorit di kalangan penyelam, sebut saja di Pulau Hoga ada situs Pinnacle. Di Pulau Kaledupa ada Karang Kaledupa dan di Pulau Tomia ada Mari Mabuk. Nah, setiap situs memiliki keunikan sendiri seperti Pinnacle, disini karangnya bergunung-gunung dan menjadi tempat habitat ikan barakuda. Ketika saya menyelam di site ini saya bertemu dengan gerombolan ikan barakuda, bahkan saya juga menjumpai banyak pygmy, kuda laut berukuran sangat kecil dengan bentuk yang unik.

animalsSelama 3 hari di Pulau Hoga saya benar-benar merasakan apa itu namanya jatuh cinta. Apalagi dalam sehari saya bisa sampai menyelam di 4 spot. Kebun coral berkontur yang indah banget, belum lagi lalu lalang ikan yang bergerombol warna-warni. It was so amazing! ini bikin gak mau naik ke daratan.

 

Trus cerita seru disini pada saat sedang melayang layang di dalam laut sambil dikelilingi ikan-ikan cantik, saya bertemu dengan arus bawah laut yang membuat saya gak sadar menyelam hingga 40 meter. Benar yang dibilang Wakatobi memiliki atol terpanjang di dunia serta barrier reef terbesar kedua, sedalam 40 meter pun saya belum bisa melihat dasarnya. Ini pengalaman yang menarik di dunia bawah laut.

Biaya disini sekitar Rp 1 juta untuk sehari, dengan 3-4 kali menyelam. Murah kan?

IMG_4538-1

Pulau selanjutnya adalah  Pulau Tomia, gelombang laut menuju kesana cukup tinggi ternyata. Sesampainya di Tomia tanpa basa basi saya langsung nyemplung, wah snorkeling aja indah banget, apalagi diving.

Dibawalah saya ke situs yang menjadi primadona di Pulau Tomia, Mari Mabuk. Di Mari Mabuk, coralnya sangat indah sampai membuat saja tidak mau beranjak dari sana. Begitu juga di situs Table Coral City, rasanya saya ingin teriak di dalam air karena indahnya table coral disini (terumbu karang berbentuk meja).

IMG_4637-1

IMG_4537-1

Selama 2 hari saya menyelam di Pulau Tomia, target selanjutnya kembali ke Pulau Wangi-Wangi untuk menyelam juga. Di Pulau Wangi-Wangi yang menjadi favorit menyelam saya di situs Kapota, Waha dan Sumbo Jetty. Seperti keindahan sebelumnya, terumbu karangnya cantik. Bahkan katanya nih, situs penyelaman Sumbo Jetty sebagai favorit untuk pre wedding underwater. Biaya untuk meyelam disini memang agak lebih mahal dari Pulau-Pulau lainnya, Rp 350ribu untuk sekali menyelam.

IMG_4576

IMG_4550

Untuk penginapan  diPulau Wangi-wangi saya memilih di Wakatobi Bajo Resort, karena tempat ini berada ditengah-teIMG_4647-1ngah Kampung Bajo di Pulau Wangi-Wangi.Ketika membuka jendela kamar saya langsung dapat melihat anak-anak bajo yang bermain sampan, aktivitas perempuan bajo mencari pasir dan ikan. Harga kamarnya cukup mengeluarkan uang Rp 350ribu dengan kamar AC dan Rp 250ribu non AC.

Yang perlu diperhatikan bila photo-1ke Wakatobi adalah jadwal kapal yang hampir setiap harinya berubah-ubah, jadi persiapkan rencana cadangan ya bila kapal tidak berlayar.

 

 

Ternyata keindahan Wakatobi bukan isapan jempol belaka, keindahan alam yang masih terjaga dan harus kita jaga. Sayangi laut mu, sayangi alam mu. I Love Wakatobi!!

IMG_4581Notes :

– Disarankan berkunjung kesana bulan Agustus – Oktober

– Bawalah uang tunai lebih karena ATM hanya ada di Pulau Wangi-wangi saja

– Untuk kontak di Pulau Kaledupa dan Hoga dengan Pak Jufrie : 085395303993

– Untuk kontak di Pulau Tomia dengan Dokter Yudi : 082187877751

– Untuk kontak di Pulau Wangi-wangi dengan Seto : 0811401449

 

Iklan

2 thoughts on “Surga taman laut Indonesia, ya Wakatobi!

    • Halo mbak salam kenal juga, saya waktu itu pakai kapal orang Taman Nasional Takabonerate nya dan relatif lebih murah dr yang lain. Kalau sekarang harga nya lebih baik langsung hubungi 08124191113 dengan Pak Soleh ya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s