Sensasi perjalanan menuju Takabonerate

IMG-20150519-WA0058

Picture by Della


IMG_20150516_082117

Indonesia memang tersohor dengan pemandangan bawah air yang menakjubkan. Ayo sebutkan tempat favorit kalian bila menikmati kehidupan bawah air, dimana saja? Komodo? Raja Ampat? Atau Wakatobi? Ini jawaban yang terlalu mainstream, pernah mendengar Taman Nasional Takabonerate? Mungkin masih asing terdengar atau hanya sebagian kecil orang tahu. “Ini ada dimana sih? Jauh gak? Pasti mahal deh ke sana”. Nope, tak sesusah, tak sejauh dan tak mahal untuk ke sini.

Selamat Datang di Takabonerate

Selamat Datang di Takabonerate bersama IDC Community

Taman Nasional Takabonerate ini terletak di Sulawesi Selatan dan berbatasan juga dengan Laut Flores. Taman Nasional Takabonerate ini merupakan atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifen di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa. Trus atol itu apa sih? Atol itu adalah pulau karang yang biasanya berbentuk cincin dan di bagian tengahnya berbentuk cekungan yang telah terisi oleh air laut, dan dijamin pasti dikelilingi oleh terumbu karang yang sangat indah. Tak heran jika kawasan ini dijadikan sebagai salah satu Taman Nasional di Indonesia karena memiliki biodiversitas biota dan terumbu karang yang sangat tinggi serta beragam.

IMG_885622

IMG_4470

Bagi anda yang suka tantangan dan penikmat kehidupan bawah laut, sangat cocok berkunjung ke Takabonerate. Karena Takabonerate memiliki 21 gugusan pulau yang menantikan untuk kita jelajahi. Dari 21 pulau, hanya tujuh pulau saja yang memiliki status “berpenghuni” dan 14 lainnya merupakan pulau-pulau cantik yang tidak berpenghuni. Untuk menjelajahi kepulauan ini bisa dengan menggunakan kapal kayu, sensasi gelombang laut dan hamparan lautan mewarnai perjalanan menjelajahi gugusan pulau-pulau itu. Perjalanan untuk menuju salah satu surga bawah laut ini bisa dibilang susah-susah gampang. Susahnya mungkin jarak tempuh yang panjang dan gampangnya adalah sudah banyak alat transportasi menuju kawasan ini.  Kalau di tanya bisa backpackeran ke sana? Jawabannya bisa, tapi kalau ditanya bisa pergi sendiri ke sana? Jawabannya mending rame-rame deh.

IMG-20150517-WA0060Kebetulan perjalanan saya kesana gabung dengan Indonesia Community (IDC), sebuah komunitas yang menyebarkan kecintaan akan kekayaan alam Indonesia. Dengan 15 orang lainnya, saya memulai perjalan ini dengan meeting point di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

IMG_20150514_092603

 Perjalanan menuju Takabonerate

IMG-20150517-WA0104Nah, bagaimana rute perjalanan untuk sampai ke Takabonerate? Dari Bandara Makassar kami melanjutkan perjalanan darat menggunakan mobil yang sudah disewa ke arah Pelabuhan Bulukumba – Tanjung Bira selama 6 jam lalu dilanjutkan dengan menggunakan kapal Ferry menuju Selayar selama 2 jam. Jadwal keberangkatan kapal ferry ini dalam sehari hanya ada 2 jadwal yaitu pagi dan siang hari.  Kalau sampai di Pelabuhan Bulukumba kapalnya belum jalan, sempatkan waktu untuk mengambil foto di sini karena memiliki pemandangan yang sangat bagus sekali.

Pelabuhan Bira - Bulukumba

Pelabuhan Bira – Bulukumba

IMG_20150513_090027Tiba di Pelabuhan Pamatata – Selayar kami melanjutkan perjalanan menggunakan mobil ke pusat kota Benteng ± 1.5 jam. Selama perjalanan akan puas banget liat pantai-pantai di Selayar, dari Benteng kami pun langsung menuju penginapan kami yaitu Pondok Jepun. Kami memutuskan untuk semalam di Selayar agar kami bisa menikmati indahnya Selayar.

IMG_20150513_143251IMG_20150513_143523

IMG_20150514_065837

 

IMG_20150514_085910

 

 

 

 

 

Senja mulai tiba dan kami dengan asiknya menikmati pemandangan bawah laut Selayar dengan snorkeling. Spot snorkeling tak jauh dari pantai Liang Kereta, jadi ketika sudah mulai lelah bermain air kita bisa duduk santai menikmati sunset di Pantai Liang Kereta ini.

IMG-20150519-WA0064

Picture by BQ

IMG_20150513_174912
IMG-20150518-WA0028Pagi harinya perjalanan dilanjutkan lagi dengan 1 jam dari Pondok Jepun menuju Pelabuhan Pattumbukan. Di sinilah kapal kayu siap membawa kita memasuki kawasan Takabonate. Nah ini nih yang saya bilang lebih disarankan untuk pergi rame-rame jangan sendiri karena untuk kapal kayu di sini masih sistem sewa, belum ada kapal publiknya ke sana. Perjalanan normal selama 4-5 jam naik kapal, tapi fakta yang terjadi adalah 6 jam di kapal terombang ambing masuk angin. Keadaan gelombang saat pergi lumayan tinggi karena pemandu kami mengatakan pada saat brief sebelumnya bahwasanya BMKG kearah sana berwarna merah yang tandanya gelombang tinggi dan kami akan berasa solah digoreng dalam lautan, begitu istilah yang penduduk Taka gunakan.

IMG_20150514_110546

 

IMG-20150517-WA0109

Picture by BQ

IMG_20150514_163514

Kapal ini menuju ke Pulau Tinabo. Salah satu pulau yang memiliki resort di dalamnya yaitu Tinabo Dive Center. Untuk berkunjung ke sini memang harus memperhitungkan waktu. Waktu terbaik untuk berkunjung ke Takabonerate adalah dari April – Mei dan Agustus-November, tetapi orang lokal disana mengatakan musim paling bagus adalah bulan November. Tapi mengingat sekarang di Indonesia sudah terjadi anomali cuaca jadi sangat susah untuk membaca musim sekarang-sekarang ini.

IMG-20150518-WA0059

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s