Dia sesederhana itu..

IMG_20150513_155953Saya akan mengawali tulisan ini dengan pertanyaan, Apa arti belajar mencintai versi kamu? mungkin pertanyaan yang terlalu klise untuk waktu saat ini. (Tolong jawab di kolom komentar ya).

Klise memang tapi saya ingin tahu persepsi atas apa yang pernah kalian rasakan dan kalian lakukan untuk itu. Mencintai terlalu luas untuk diterjemahkan karena dengan siapa pun kita dapat mengatakan itu cinta *tidak harus dengan pasangan*.

Mungkin sebagian dari kalian akan bilang “Belajar memahami, belajar mengerti dan membuang semua ego, belajar menjadi seseorang lebih baik atau bahkan belajar menjadi orang lain?”

Saat ini saya tersadar bahwa saya menjadi diri saya yang lebih. bukan karena memahaminya atau menjadi seseorang karenanya. Tapi saya (telat) menyadari bahwa saat ini saya menjadi seorang Arnis yang lebih dari apa yang saya bayangkan bahkan tak pernah saya bayangkan. Misal, saya memang memiliki kesukaan di dapur tapi hanya sekedar suka aja dan tidak mendalaminya. Sekitar 1 sampai 2 tahun ini saya mendalami apa itu baking and cooking,apa itu healthy food dan apa itu healthy bake.Β  lalu apakah aneh? Tidak untuk orang lain tapi sebuah keanehan yang menjadi anugerah buat saya. (saya jadi bisa sharing dan jualan makanan hihihi). Dan masih ada hal besar lainnya yang mungkin akan saya share dikemudian hari.

Dia yang bukan siapa-siapa yang tak pernah terlintas dibenak bahkan pikiran saya tetapi (tanpa disadari) selalu ada saya fikirkan. Dia yang (tanpa disadari) sering kali melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh orang yang selama ini disamping saya yang tidak pernah melalukan apapun. Dia yang berbanding terbalik dengan saya tapi selalu tampil apa adanya dengan kesederhanaanya.

Dia yang pertama kali berani meraih tangan saya dan mengatakan “Tenang, semua baik-baik aja kok” (7 Nov 2015). Dia yang selalu mengatakan apa yang dia mau dan dia tidak mau tanpa ada beban. Dia yang selalu bilang ini enak atau ini tidak enak tanpa harus takut saya tersinggung. Dia yang tak pernah mengatakan “Aku tuh begini, kalau aku tuh ini itu”.

Dia adalah seorang sahabatnya. Dan saya yang salah karena ini.. (semoga ini menjadi tidak salah).

Dia yang sedang berjuang jauh disana dan selalu saya rindukan (ternyata). Sayang dan support untuk mu dari saya disini yang hanya terdiam.

Hai, Tembem.

Iklan

4 thoughts on “Dia sesederhana itu..

  1. Buat saya, Cinta itu Memberi.

    Memberi yang terbaik apa yang bisa saya lakukan untuk kebaikan semua.
    Terlepas akan menjadi milik ataupun tidak, karena soal milik itu hak pencipta.

    Memberi dengan iklas walau kadang yang di beri tidak mengerti, dengan itu tidak kecewa jika tak berbalas.

    Berlaku untuk semua orang, namun orang terdekat porsinya lebih besar.

    #pengalamanpribadi hahahaha maaf komennya panjang yaa Nis…

    • hehehe… memberi tanpa berfikir akan terjadi apa itu dari hati, aku suka! Semoga kita tergolong dalam orang2 tsb ya… karena berbagi itu tak pernah rugi, selamat berbagi atas karunia cinta yang kamu miliki

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s