Surga keindahan di puncak Gili Laba

Bila mendengar Gili pasti kita akan langsung teringat dengan Gili Trawangan, Gili Air, Gili Kalong dan Gili lainnya. Pernah kah kalian mendengar keeksotisan puncak Gili Laba? Mungkin banyak yang tidak tahu Gili Laba. Namun, pulau ini jangan sampai terlewati bahkan pulau ini menjadi catatan wajib dikunjungi bila kita sudah menginjakkan kaki di timur Indonesia.

Gili Laba terletak di Sumbawa Timur dimana termasuk salah satu gugusan Pulau Komodo. Pada saat saya ke pulau ini, pertama kali kapal mendarat saya hanya menganggap sebagai bukit dengan hamparan hijaunya savana yang indah, ternyata di balik bukit kita bisa melihat pemandangan yang menakjubkan dari puncak Gili Laba ini.
Dari puncaknya kita bisa melihat keindahan laut yang luar biasa. Kita dapat menikmati birunya laut yang sangat indah. Pulau ini, memiliki pemandangan yang sangat eksotik khas tropical.
Untuk melihat keindahan Gili Laba kita harus mendaki bukit terlebih dulu. Sebaiknya menyiapkan stamina yang cukup karena perjalannya akan cukup melelahkan, dimana kita harus melalui trekking yang cukup berat dengan kemiringan tanah 70 derajat. Banyak traveler yang tidak mampu menuju puncak Gili Laba, ini merupakan tantangan menarik yang patut dicoba.
Dan saya berhasil mencapai puncak Gili Laba dengan nafas terengah-engah dan sering kali terperosok dengan curam yang cukup menantang, namun itu semua terbayarkan ketika di puncak Gili Laba saya benar-benar menyaksikan keindahan alam Nusantara yang menakjubkan.
Iklan

Eksotis Pink Beach di Timur Indonesia

pink beach

 

Pantai di Indonesia bagian timur memang sangat indah, salah satunya Pantai Merah yang biasa disebut dengan Pink Beach. Pantai berpasir warna pink sendiri hanya ada 7 di dunia loh dan kita tidak perlu jauh-jauh pergi ke Bahama untuk menikmati keindahan pantai dengan pasir berwarna pink ini, karena  di Indonesia pun ada yaitu di Pulau Komodo, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Masyarakat setempat menamainya dengan pantai merah hanya saja wisatawan yang sering berkunjung ke pantai ini menyebutnya Pink Beach. Pink Beach sendiri merupakan salah satu tujuan wisata yang terkenal dikalangan para wisman yang terletak di Taman Nasional Komodo.

Menurut sejarahnya pasir merah di pantai ini terbentuk dari pecahan karang berwarna merah. Tapi banyak yang mengatakan bahwa warna merah atau pink pada karang ini adalah hasil produksi dari hewan mikroskopik semacam amuba bernama Foraminifera. Bila kita mengambil sejumput pasirnya maka terlihat pasir berwarna merah di antara pasir putih.

Keunikan pantai ini bila ombak menyapu pasir dan menariknya, maka warna pasir tersebut berubah menjadi pink tua, sangat indah. Pink Beach juga memiliki keindahan bawah laut yang mempesona dan pemandangan sekelilingnya yang benar-benar membuat kita tercengang. Wahhh memang sangat bagus!!:p

pink beach 1

Ternyata selain warna pasirnya yang unik, Pink Beach juga kaya akan ikan dan terumbu karang. Kurang lebih sekitar seribu jenis ikan, ratusan jenis karang, koral, dan puluhan jenis tanaman sponge hidup di pantai ini. Banyak hard corals dan soft corals yang berwarna-warni dan masih sehat, ditambah lagi banyaknya ikan-ikan hias, seperti clown fish (ikan Nemo), butterfly fish, bat fish dan masih banyak lagi. Karena itulah, pantai ini sangat cocok bagi pecinta laut untuk kegiatan snorkeling dan menyelam.

Dan sebagai informasi, yang perlu diwaspadai pada saat menyelam maupun snorkeling di Pink Beach adalah arus, air laut di sini dikenal memiliki arus yang cukup kuat, yang saya rasakan pada saat snorkeling saja cukup menguras tenaga. Arus kuat ini terjadi akibat adanya pertemuan air laut tropis dari utara dan air laut dari selatan. Makanya, para penyelam harus berhati-hati dan mewaspadai keadaan arus ini.

Temen-temen yang penasaran dan ingin kesana untuk merasakan langsung gimana eksotisnya Pink Beach ini, rutenya cukup mudah kok. Dari Bali kita terbang ke Labuan Bajo lalu menyewa speedboat atau kapal nelayan dari Labuan Bajo menuju Pulau Komodo (Loh Liang). Dari Loh Liang dengan perahu membutuhkan waktu sekitar 30 menit dan apabila melalui jalur darat membutuhkan waktu lebih lama sekitar 4 jam karena bila melalui jalur darat kita harus melewati hutan bakau dan gugusan tebing karang.

Yukk main-main pasir merah, dijamin gak akan terlupakan,, ;p