Merica Hitam di Barat Indonesia

Bila kita berbicara keindahan bawah laut biasanya langsung terucap tempat – tempat di timur Indonesia, siapa sangka barat Indonesia juga memiliki banyak keindahan bawah lautnya. Sebut saja Sabang, Pulau Weh di Aceh yang tidak pernah saya duga memiliki aneka keindahan bawah laut yang cukup unik. Mengapa saya katakan unik, karena Sabang memiliki Underwater Vulcano, Wreckship, Rubiah Sea Garden, The Canyon, Bate Tokong, Arus Balee, Anoi Itam dan masih banyak lagi.
Setibanya di Pulau Weh saya langsung bermalam di Sumur Tiga yang konon penginapan di pantai ini memiliki pemandangan yang sangat indah, dan saya membuktikannya. Pantai yang memiliki pasir putih yang sangat halus ini, kita dapat menikmati laut dengan suasana yang tenang dan nyaman, kita pun dapat bersnorkeling di sekitar pantai. Pemandangan saat sunrise sangat cantik di Pantai Sumur Tiga, ini apalagi ditemani segelas es kopi Aceh yang selalu membuat saya ketagihan. Love it.
Liburan kali ini yang di sponsori oleh “Happy Holiday Trans 7” ini kita awali dengan Pantai Anoi Itam, dari namanya saja sudah dapat ditebak pasti pasir hitam. Yup, pasirnya benar-benar sangat hitam dan Pantai Anoi Itam ini adalah satu-satunya pantai pasir hitam di Aceh. Yang membuat beda Pantai Anoi Itam dengan pantai pasir hitam lainnya adalah di pasir di pantai ini mengandung nikel yang beratnya 3x lipat dari pasir hitam lainnya, kalau kita rasakan pasirnya memang lebih besar seolah kita melihat butiran biji merica hitam, unik bukan 😉
Sabang 1
Tak jauh dari Pantai Anoi Itam ada sebuah benteng peninggalan Jepang, dan untuk menuju kesana cukup dengan jalan kaki sekitar 5 menit. Yang saya sayangkan dari benteng ini adalah kurang terawatnya peninggalan ini, sayang sekali padahal apabila dirawat dengan baik benteng ini dapat menjadi wisata budaya yang kaya akan keindahan. Takjub! Hanya itu kata yang dapat menggambarkan keindahan dari atas benteng ini, saya dapat melihat luasnya samudra dan indahnya Pantai Anoi Itam tampak dari atas dengan lautan berwarna tuqouise. Wow! Bener-benar indah! Dan disini kita juga dapat diving loh, kelebihannya disini adalah hard coralnya. Tetapi saran saya hati-hati bila berenang dipantai ini, kenapa? Karena banyak sekali terumbu karang yang tajam dimana-mana dan ombak disini juga cukup kuat. Karena ombak yang kuat ini membuat saya menabrak karang-karang dan menyisakan luka-luka yang cukup parah.
Dari Pantai Anoi Itam kita menuju ke Air Terjun Pria Laout, untuk menuju ke air terjun Pria Laout kita harus menelusiri sawah, hutan dan sungai kecil dengan bebatuan yang cukup besar. Saya bisa katakan hutan yang dilalui ini cukup sexy, bila kita melongok keatas pepohonan kita bisa melihat cahaya yang masuk dari celah-celahnya. Pada saat kita menuju Pria Laout kita akan melewati Danau Anaek Laout, katanya sih danau anaek laut terhubung dengan laut yang hanya dipisahkan oleh bukit.
Pantai di Sabang sebenarnya lebih banyak dengan pantai pasir putihnya seperti Pantai Sumur Tiga, Pantai Gapang, Pantai Iboih dan Pantai Kasih. Dari semua pantai itu yang paling sering saya dengar adalah Pantai Iboih dan pada pagi hari saya kesana, saya membuktikannya, ternyata benar-benar indah! Tepat diseberang pantai ini ada sebuah Pulau yang tak kalah indahnya yaitu Pulau Rubiah. Pantai Iboih dan Pulau Rubiah menjadi sasaran utama para wisatawan, bagaimana tidak disana kita bisa melakukan berbagai aktifitas yang seru banget.
Sesampai di Iboih saya tak ingin melewati untuk berfoto dengan menikmati beningnya air pantai yang berwarna biru kehijauan, ahh suka!! Setelahnya langsung saja saya dan teman-teman meluncur menyebrang menggunakan perahu untuk snorkling dan diving. Kali ini saya dan teman saya memilih snorkeling di Bate Tokong dan 2 teman saya lainnya diving di spot yang sama pula. Sebagai informasi, spot ini benar-benar memiliki arus yang kuat sekali, snorkling aja sudah berasa lelah luar biasa. Walaupun Bate Tokong memiliki arus yang kuat tapi hanya cukup dengan snorkling saya bisa mendapati banyak sekali schooling fish, wowww ada yang berwarna biru, kuning dan hitam (saya gak tau namanya ikan apa) banyak sekali. Dan teman saya pun dapat melihat unicorn fish. Setelah berapa lama bersnorkeling ternyata disini banyaknya adalah soft coral dan begitu pun seperti yang dikatakan oleh teman saya pada saat diving.
Sabang 2

Setelah lelah melawan arus di Bate Tokong kita langsung diving dengan spot wreck ship. Pada saat pertama kali nyebur yang saya sayangkan adalah laut di spot ini tidak terjaga kebersihannya, lumayan banyak sampah dan miyak tergenang di atas air. Eh tapi ini tidak melunturkan semangat saya untuk diving di wreck ship loh. Dengan kedalaman sekitar 10 – 12 meter ini kita akan menemukan kapal kayu yang sudah 30 tahun lalu, disini kita dapat jumpai clown fish, timun laut, ikan terompet dan ikan kecil lainnya dengan warna warni yang menarik mata. Sekitar 45 menit kami berada dibawah laut akhirnya kami putuskan untuk pindah dive spot
Sabang 4
Kali ini kita milih spot yang jarang sekali dijumpai ketika diving yaitu underwater volcano. Pada saat kita masih dipermukaan air saja kita bisa melihat gelembung-gelembung yang disertai dengan bau belerang yang membuat saya tak sabar ingin terjun langsung kebawah laut. Pengalaman yang menyenangkan ketika menyelam dan melalui gelembung-gelembu
ng air dari permukaan bawah laut itu kita akan merasakan perpaduan hangatnya air dari gelembung tersebut dan dinginnya air laut disertai sesekali ada ikan-ikan kecil mengelilingi gelembung-gelembung itu. Sebagai informasi underwater volcano biasanya ditemukan di kedalaman 20 meter lebih tetapi underwater volcano disini cukup dengan kedalaman 10 meter kita sudah menemukannya dan kalian harus coba yah.
Sabang 3
 
 

Eksotis Pink Beach di Timur Indonesia

pink beach

 

Pantai di Indonesia bagian timur memang sangat indah, salah satunya Pantai Merah yang biasa disebut dengan Pink Beach. Pantai berpasir warna pink sendiri hanya ada 7 di dunia loh dan kita tidak perlu jauh-jauh pergi ke Bahama untuk menikmati keindahan pantai dengan pasir berwarna pink ini, karena  di Indonesia pun ada yaitu di Pulau Komodo, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Masyarakat setempat menamainya dengan pantai merah hanya saja wisatawan yang sering berkunjung ke pantai ini menyebutnya Pink Beach. Pink Beach sendiri merupakan salah satu tujuan wisata yang terkenal dikalangan para wisman yang terletak di Taman Nasional Komodo.

Menurut sejarahnya pasir merah di pantai ini terbentuk dari pecahan karang berwarna merah. Tapi banyak yang mengatakan bahwa warna merah atau pink pada karang ini adalah hasil produksi dari hewan mikroskopik semacam amuba bernama Foraminifera. Bila kita mengambil sejumput pasirnya maka terlihat pasir berwarna merah di antara pasir putih.

Keunikan pantai ini bila ombak menyapu pasir dan menariknya, maka warna pasir tersebut berubah menjadi pink tua, sangat indah. Pink Beach juga memiliki keindahan bawah laut yang mempesona dan pemandangan sekelilingnya yang benar-benar membuat kita tercengang. Wahhh memang sangat bagus!!:p

pink beach 1

Ternyata selain warna pasirnya yang unik, Pink Beach juga kaya akan ikan dan terumbu karang. Kurang lebih sekitar seribu jenis ikan, ratusan jenis karang, koral, dan puluhan jenis tanaman sponge hidup di pantai ini. Banyak hard corals dan soft corals yang berwarna-warni dan masih sehat, ditambah lagi banyaknya ikan-ikan hias, seperti clown fish (ikan Nemo), butterfly fish, bat fish dan masih banyak lagi. Karena itulah, pantai ini sangat cocok bagi pecinta laut untuk kegiatan snorkeling dan menyelam.

Dan sebagai informasi, yang perlu diwaspadai pada saat menyelam maupun snorkeling di Pink Beach adalah arus, air laut di sini dikenal memiliki arus yang cukup kuat, yang saya rasakan pada saat snorkeling saja cukup menguras tenaga. Arus kuat ini terjadi akibat adanya pertemuan air laut tropis dari utara dan air laut dari selatan. Makanya, para penyelam harus berhati-hati dan mewaspadai keadaan arus ini.

Temen-temen yang penasaran dan ingin kesana untuk merasakan langsung gimana eksotisnya Pink Beach ini, rutenya cukup mudah kok. Dari Bali kita terbang ke Labuan Bajo lalu menyewa speedboat atau kapal nelayan dari Labuan Bajo menuju Pulau Komodo (Loh Liang). Dari Loh Liang dengan perahu membutuhkan waktu sekitar 30 menit dan apabila melalui jalur darat membutuhkan waktu lebih lama sekitar 4 jam karena bila melalui jalur darat kita harus melewati hutan bakau dan gugusan tebing karang.

Yukk main-main pasir merah, dijamin gak akan terlupakan,, ;p